Langsung ke konten utama

Pengantar Ilmu Politik, Mata Kuliah Wajib bagi Calon Politikus



Pengantar Ilmu Politik

Mata kuliah Pengantar Ilmu Politik, merupakan mata kuliah wajib yang harus dipelajari oleh setiap mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), sebagai latar belakang yang harus dimiliki oleh para mahasiswa yang akan menempuh program studi di FISIP.

Mata kuliah ini akan membekali Anda dengan berbagai definisi, konsep dan bidang kajian ilmu politik yang mencakup konsep-konsep seperti masyarakat, negara, kekuasaan politik, legitimasi, keadilan, pembagian kekuasaan, pengambilan keputusan, partisipasi politik, kewarganegaraan. 

Dengan demikian, setelah menyelesaikan mata kuliah ini, Anda diharapkan memiliki pengetahuan tentang ruang lingkup kajian ilmu politik, sehingga dapat menjelaskan dan sekaligus menganalisis gejala politik dan perkembangannya.

Selayang Pandang Tentang Ilmu Politik

Perkembangan ilmu politik mengalami kemajuan yang pesat sesudah Perang Dunia II di seluruh dunia. Terdapat dua pandangan yang berhubungan dengan munculnya ilmu politik sebagai disiplin ilmu. Pertama, pandangan yang melihat ilmu politik sebagai pengetahuan tertua di antara ilmu-ilmu pengetahuan sosial lainnya. Kedua, pandangan yang menganggap bahwa ilmu politik baru lahir pada abad ke-19. Dalam perkembangannya ilmu politik banyak dipengaruhi oleh ilmu-ilmu sosial yang lain seperti sosiologi, psikologi maupun ilmu hukum.

Dewasa ini terdapat lima bidang kajian utama ilmu politik, yakni: teori politik; lembaga-lembaga politik; partai-partai, golongan-golongan dan pendapat umum; hubungan internasional; dan pembangunan politik. Seperti diketahui, membicarakan ilmu politik, tentu saja sangat berkaitan dengan definisi ilmu politik itu sendiri. Secara kepustakaan terdapat bermacam-macam definisi ilmu politik. Namun secara umum terdapat lima aspek yang mendasari perumusan definisi ilmu politik, yakni: negara; kekuasaan; pengambilan keputusan; kebijakan; dan pembagian atau alokasi.

Di samping masalah definisi, ilmu politik juga berkaitan dengan masalah konsep-konsep. Yang dimaksud dengan konsep adalah unsur penelitian yang terpenting dan merupakan sesuatu yang digunakan oleh para peneliti atau sarjana untuk menggambarkan dan mengerti dunia sekelilingnya, khususnya yang berhubungan dengan dunia politik. Dalam ilmu politik, konsep-konsep tersebut antara lain masyarakat, negara, kekuasaan politik, legitimasi, keadilan, dan masih banyak yang lain.

Penulis: Mohammad Nayaka Rama Yoga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Penindas Disebut Pahlawan, Wujud Tertinggi Impunitas di Negeri Ini

Ketika Penindas Disebut Pahlawan, Wujud Tertinggi Impunitas di Negeri Ini Ditulis Oleh Mohammad Nayaka Rama Yoga Negara kembali mempermainkan ingatan kita. Di tengah luka sejarah yang belum sepenuhnya sembuh, di tengah tuntutan reformasi yang sampai saat ini tidak pernah terwujud, pemerintah pada hari ini justru mengumumkan sebuah berita yang maha ngawur. Soeharto diangkat sebagai Pahlawan Nasional . Sebuah keputusan yang bukan hanya absurd, tetapi juga menjadi perwujud maha dahsyat dari impunitas yang telah mengakar dalam tubuh republik ini. Betapa ironisnya negara ini, di mana seorang penguasa yang telah menuangkan banjir darah genosida, korupsi, dan merepresi rakyatnya, kini diangkat sejajar dengan  para pahlawan yang sudah berjuang dengan nyawa dan harta demi rakyat Indonesia. Seolah-olah sejarah dapat diputihkan hanya dengan piagam penghargaan dan upacara penghormatan. Pemberian gelar ini adalah suatu perayaan terhadap bangsa kita yang pelupa. Peristiwa ini menampar wajah pa...

Dari Bilik-Bilik TPS ke Lobi-Lobi Para Elit: Mau Dibawa Kemana Demokrasi Lokal Kita Hari Ini?

  Dari Bilik-Bilik TPS ke Lobi-Lobi Para Elit: Mau Dibawa Kemana Demokrasi Lokal Kita Hari Ini? Mohammad Nayaka Rama Yoga Sumber: Ilustrasi Pribadi      Hari ini, banyak orang sudah lelah dengan hiruk-pikuk dunia politik. Sebagian masyarakat menganggap Pilkada penuh dengan keributan, penuh dengan money politic , dan pemasangan baliho-baliho yang memenuhi dan mengganggu estetika jalanan. Belum lagi politisi yang semakin banyak menjual janji-janji kosong, dan berbagai drama lainnya yang tidak berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ketika muncul wacana agar kepala daerah baik di kabupaten/kota maupun provinsi tidak lagi dipilih langsung oleh rakyat, melainkan dipilih oleh DPRD, sebagian orang justru mengangguk-angguk dan menyatakan setuju dalam hati. Di dalam hati mereka terbersit “akhirnya aku nggak usah lagi deh nyoblos-nyoblos paslon yang gak ku kenal di TPS”. Efeknya yang paling dominan adalah tidak akan ada lagi hawa-hawa kampanye di sepanjang j...

Apakah Salah Ketika Saya Berpartai

Apakah Salah Ketika Saya Berpartai Oleh : Mohammad Nayaka Rama Yoga Dahulu, pada masa awal kemerdekaan hingga tahun 1960-an, orang Indonesia tidak pernah malu untuk berpolitik. Justru pada masa itu, masyarakat merasa bangga apabila mereka menjadi bagian dari suatu partai. Petani ikut rapat organisasi petani di setiap balai desa, buruh membaca koran partai di sela-sela waktu istirahat kerjanya, mahasiswa belajar berorasi dari mentor-mentor organisasi sayap partai, dan ibu-ibu di kampung-kampung mengikuti kegiatan arisan yang dikelola oleh organisasi perempuan partai. Politik menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sebagai sesuatu yang jauh, rumit, atau hanya milik para elite partai. Sejarawan Benedict Anderson (1972) menyebut masa-masa ini sebagai periode ketika rakyat bukan hanya berbicara tentang politik, tetapi benar-benar menjalankan politik sebagai bagian dari kehidupan mereka. Pada masa itu, partai-partai politik memiliki basis sosial yang sangat kuat, bahkan sampai terse...