Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Demokrasi di Bawah Senapan: Revisi UU TNI dan Masa Depan Papua

Demokrasi di Bawah Senapan: Revisi UU TNI dan Masa Depan Papua Mohammad Nayaka Rama Yoga Dalam sistem politik yang demokratis, supremasi sipil atas militer adalah salah satu prinsip fundamental yang harus dijaga. Ini akan menjamin kebebasan, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM). Sejak Reformasi 1998, Indonesia telah berusaha membatasi peran militer dalam urusan non-pertahanan melalui berbagai kebijakan, termasuk lahirnya Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI). Undang-undang ini secara eksplisit membatasi keterlibatan militer dalam urusan sipil dan mempertegas peran pertahanan TNI dalam sistem demokrasi. Namun, belakangan, muncullah revisi UU TNI yang justru yang dapat membalikkan cita-cita reformasi.  Revisi undang-undang ini mencantumkan perluasan wewenang militer dalam ranah non-perang (OMSP) hingga mencakup urusan pemerintahan, pembangunan, penanganan konflik sosial, bahkan keterlibatan dalam proyek strategis nasion...

Orang Yang Berhutang Lebih Galak Dari Yang Memberikan Hutang Saat Ditagih, Ini Jawaban Ilmiahnya

Orang Yang Berhutang Lebih Galak Dari Yang Memberikan Hutang Saat Ditagih, Ini Jawaban Ilmiahnya Mohammad Nayaka Rama Yoga Sumber: Ilustrasi Pribadi Saya selalu percaya bahwa salah satu misteri paling membingungkan dalam kehidupan sosial bukanlah kenapa dinosaurus punah, bukan pula kenapa harga telur dan daging bisa naik turun dengan drastis yang bikin jantung dan dompet member gym majapahit  deg degan  setiap harinya, bukan bukan. Tetapi, persoalan  kenapa  orang yang berhutang seringkali lebih galak daripada yang memberi hutang . Fenomena ini begitu ajaib sampai rasanya saya sebagai sosiolog perlu membuat seminar dan konferensi khusus untuk membahasnya di depan para  debt collector  dan mata elang. Namun sebelum itu terjadi, izinkan saya sebagai seorang sosiolog muda lagi amatir ini memberikan sedikit opini yang kelihatannya akan masuk akal dan bisa menjawab pertanyaan di atas. Pertama-tama, memahami masalah hutang tidak bisa disederhanakan hanya sek...

Dari Bilik-Bilik TPS ke Lobi-Lobi Para Elit: Mau Dibawa Kemana Demokrasi Lokal Kita Hari Ini?

  Dari Bilik-Bilik TPS ke Lobi-Lobi Para Elit: Mau Dibawa Kemana Demokrasi Lokal Kita Hari Ini? Mohammad Nayaka Rama Yoga Sumber: Ilustrasi Pribadi      Hari ini, banyak orang sudah lelah dengan hiruk-pikuk dunia politik. Sebagian masyarakat menganggap Pilkada penuh dengan keributan, penuh dengan money politic , dan pemasangan baliho-baliho yang memenuhi dan mengganggu estetika jalanan. Belum lagi politisi yang semakin banyak menjual janji-janji kosong, dan berbagai drama lainnya yang tidak berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ketika muncul wacana agar kepala daerah baik di kabupaten/kota maupun provinsi tidak lagi dipilih langsung oleh rakyat, melainkan dipilih oleh DPRD, sebagian orang justru mengangguk-angguk dan menyatakan setuju dalam hati. Di dalam hati mereka terbersit “akhirnya aku nggak usah lagi deh nyoblos-nyoblos paslon yang gak ku kenal di TPS”. Efeknya yang paling dominan adalah tidak akan ada lagi hawa-hawa kampanye di sepanjang j...